Blog

Uskup Amboina: Bukan hanya Mewartakan Kabar Gembira, tetapi harus Menjadi Kabar Gembira

Poka – Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra mengatakan bahwa peristiwa Paskah mengutus semua orang beriman Kristiani bukan hanya untuk mewartakan Kabar Baik, tetapi lebih dari itu, dipanggil untuk menjadi “kabar baik” kepada semua orang di segala zaman.

“Tidak cukup bagi kita untuk hanya mewartakan Kabar Baik kepada semua orang, tetapi kita sendiri harus menjadi ‘kabar baik’ kepada orang lain melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan kita di mana pun kita berada.”

Demikian disampaikan Uskup Diosis Amboina dalam homili Perayaan Ekaristi berbahasa Inggris yang dilaksanakan di Gereja Paroki St. Yosep Poka-Rumahtiga, Sabtu (11/4).

Menurut Uskup, berkat Sakramen Permandian, semua orang Kristen mendapatkan martabat sebagai anak-anak Allah, tetapi sekaligus mendapatkan tugas untuk mewartakan Kabar Baik kepada semua orang di segala zaman. Tugas perutusan ini semakin mendesak di masa Paskah ini untuk mewartakan bahwa Kristus sungguh-sungguh telah bangkit mengalahkan kekelaman, ketakutan, dan dosa manusia.

Kebangkitan Kristus dari alam maut menunjukkan bahwa Dia adalah Raja Surgawi, pemilik segala kuasa. Dia memerintah bukan dengan tangan besi tetapi dengan cinta. “Ia mencintai kita sampai mengorbankan diri-Nya sendiri dengan wafat di kayu salib, tetapi bangkit pada hari ketiga mengalahkan kuasa dosa dan maut,” ujar mantan dosen mata kuliah Hukum Gereja ini.

Penampakan kepada para murid sesudah kebangkitan menunjukkan bahwa Yesus, Raja Surgawi yang Maha Cinta, tidak pernah membiarkan kita berada dalam kebimbangan, ketidakpastian, dan keputusasaan hidup.

Seperti para murid, kita sering kali hidup dalam situasi keputusasaan, baik di kampus maupun di tempat hidup masing-masing. “Dalam konteks ini, Yesus hadir memberikan kepastian bahwa Ia senantiasa mendampingi, berjalan bersama, dan memberkati Anda sekalian,” tandas Uskup. Ia kemudian mengajar para mahasiswa untuk senantiasa optimis dalam menjalani hidup akademik dan hidup harian.

“Janganlah takut dan percayalah bahwa Yesus adalah sahabat setia yang tak akan pernah meninggalkan kita dalam setiap derap langkah hidup kita. Hal penting yang diminta oleh Yesus adalah iman yang senantiasa kokoh kepada Dia sebagai Tuhan kita. Dalam iman itulah kita akan menjalani hidup kita masing-masing dengan optimis dan penuh keceriaan,” ujar Uskup.

Pada akhir Perayaan Ekaristi, Uskup Amboina menegaskan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa, sebagaimana tampak dalam misa bahasa Inggris pada hari ini. “Misa Bahasa Inggris penting bagi para mahasiswa bukan pertama-tama agar terdengar beda, tetapi lebih dari itu agar mahasiswa terus belajar untuk menguasai bahasa pergaulan internasional ini demi kepentingan akademik di kampus dan demi kehidupan kerja di masa depan,” katanya.

Perayaan Ekaristi berbahasa Inggris hari ini dipimpin oleh Uskup Amboina didampingi oleh konselebran, antara lain Ketua STPAK Ambon, RD. Johanis Luturmas, Wakil Ketua I Bidang Akademik, RD. Costantinus Fatlolon, dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, RD. Ignasius S.S. Sudirman Refo. Turut hadir dalam misa ini para dosen dan tenaga kependidikan serta seluruh mahasiswa STPAK Ambon. (PCF).

Costantinus Fatlolon

Share
Published by
Costantinus Fatlolon

Recent Posts

HOMILI MINGGU PASKAH (YOH. 20:1-9)

Oleh: RD. Costantinus Fatlolon Kebangkitan Kristus tidak pertama-tama dimulai dari “kepastian pikiran”, melainkan dari perjalanan iman:…

7 days ago

HOMILI VIGILI PASKAH

Oleh: RD. Costantinus Fatlolon Oleh: RD. Costantinus Fatlolon Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Malam ini adalah…

1 week ago

HOMILI JUMAT AGUNG

Oleh: RD. Costantinus Fatlolon   Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Pada Jumat Agung yang kudus ini,…

1 week ago

Homili Hari Kamis Putih

(Kel. 12:1-8; 11-14; 1Kor 11:23-26; Yoh. 13:1-15) Oleh: RD. Costan Fatlolon Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,…

1 week ago

PEMBAHARUAN DIRI

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Kita kini telah memasuki Minggu Kelima Masa Prapaskah, sebuah titik penting…

3 weeks ago

This website uses cookies.