
Semarakkan BKSN 2026, BPMST STPAK Ambon Menggelar Lomba Betutur Kitab Suci dan Mazmur
Penulis: Didiroy D. Joneh, Mahasiswa Semester V
Poka – Semangat Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 terasa di lingkungan Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohanes Penginjil Ambon. Dalam rangka menyemarakkan BKSN tahun ini, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPMST) menyelenggarakan Lomba Bertutur Kitab Suci dan Mazmur di Gereja Santo Joseph Poka pada Sabtu (5/9).
Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi pukul 07.00 WIT yang dipimpin oleh Pastor Constantinus Fatlolon. Dalam homilinya, beliau berpesan kepada para mahasiswa agar sentiasa tekun, fokus dan bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan. Beliau turut menekankan pentingnya membangun komitmen melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan kampus.
“Masa pendidikan merupakan proses pembentukan dan latihan yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pribadi yang kompeten, bertanggung jawab dan mampu mengabdikan diri sesuai dengan bidang yang akan dijalani kelak,” ujar doktor filsafat politik tamatan Ateneo de Manila University ini.

Setelah selesai perayaan Ekaristi, rangkaian perlombaan dimulai pada pukul 09.00 WIT dan berlangsung hingga pukul 11.30 WIT. Sebanyak 13 mahasiswa dari semester I hingga semester VII ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Masing-masing lomba diikuti oleh tujuh peserta untuk lomba bertutur Kitab Suci dan enam peserta bagi lomba Mazmur yang merupakan perwakilan dari berbagai semester.
Sejak pagi, lebih dari 250 mahasiswa telah hadir memenuhi Gereja Santo Joseph Poka untuk memberikan dukungan kepada para perwakilan masing-masing. Antusiasme tersebut membuat suasana perlombaan berlangsung meriah. Selain menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun keberanian, mengembangkan talenta, serta mempererat kebersamaan antarmahasiswa.
Kesungguhan yang ditunjukkan oleh para peserta dengan gaya penyampaian dan kreativitas tersendiri membuat perlombaan semakin menarik dan hidup. Setiap peserta mampu menghadirkan cara bertutur yang unik, penuh ekspresi dan penghayatan. Dalam perlombaan Bertutur Kitab Suci, persaingan berlangsung sengit dan kompetitif.

Juara pertama berhasil diraih oleh Juan Sumanik dari semester V. Juara kedua diraih bersama oleh Marsia Wamir dari semester V dan Autoneta Maskikit dari semester I kelas 1B, setelah kedua peserta memperoleh jumlah nilai yang sama.
Sementara itu, Lomba Mazmur pula diraih oleh Eustakius Yaftoran dari semester V. Juara kedua diraih Dolfina Sorluri dari semester III kelas 3B dan juara ketiga diraih Dorkas Samangun dari semester III kelas 3A. Mereka tampil dengan penuh percaya diri dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing. Dengan hasil tersebut, semester V tampil sebagai semester yang paling menonjol dalam perlombaan kali ini.
Juri Lomba Betutur Kitab Suci menghadirkan Pastor Johanis Luturmas, SS., MA., Ketua STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon sekaligus dosen dalam bidang Kitab Suci. Kehadiran beliau sebagai juri memberikan penilaian yang objektif dan profesional, khususnya dalam aspek pemahaman, penghayatan, penguasaan materi serta kemampuan peserta dalam membawakan cerita Kitab Suci.

Juri Lomba Mazmur menghadirkan Pastor Dr. Bernard Antonius Rahawarin, yang akrab disapa Pastor Berry, dosen STPAK yang mengampu bidang Liturgi, Musik Liturgi, Devosi Umat. Ia juga aktif menulis dan meneliti mengenai liturgi, musik liturgi, inkulturasi, serta tradisi budaya lokal yang dikaitkan dengan konteks teologis.
Dalam kesempatan tersebut, Pastor Johanis Luturmas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digagas oleh mahasiswa. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan karena menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga perlu memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam pengalaman nyata,” demikian pesan yang disampaikan alumnus University of Santo Thomas, Manila, Filipina ini.
Sementara itu, Pastor Berry menjelaskan bahwa Lomba Mazmur tidak hanya berorientasi pada pencarian juara. Dalam jangka pendek, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan psikomotorik, keterampilan, musikalitas, dan karakter mahasiswa dalam membawakan mazmur. Dalam jangka panjang, pengalaman tersebut diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menjalankan tugas sebagai petugas liturgi, khususnya pemazmur.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu tampil membawakan mazmur, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melatih dan mendampingi anak-anak didik serta umat agar dapat mengambil bagian dalam pelayanan liturgi pada masa hadapan,” ujar doktor bidang liturgi inkulturasi dari STFT Widya Sasana Malang ini.

Turut hadir pada waktu itu adalah Pastor Dr. Kornelis Seralarat, SS., MA. Doktor bidang psikologi dari Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) Jakarta ini mengapresiasi tingginya partisipasi mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, pengalaman dalam mengikuti maupun mengelola kegiatan akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika kelak menjalankan tugas pelayanan dan pendidikan di tengah Gereja dan masyarakat.
Salah seorang mahasiswa semester VII yang mesra disapa Tony turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia mengaku terkesan melihat tingginya partisipasi mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri dalam tampil di hadapan banyak orang.
Bagi STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, Lomba Betutur Kitab Suci dan Lomba Mazmur menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa, selaras dengan misi STPAK itu sendiri, yaitu melahirkan calon katekis dan guru agama Katolik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kesiapan untuk melayani.

Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa sejak masa pendidikan didorong untuk berani tampil, mampu berkomunikasi, mengembangkan talenta, dan menghidupi iman dalam praktik nyata. Dengan demikian, semangat BKSN tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui proses membentuk pribadi yang mampu mengenal, menghidupi, dan mewartakan Sabda Allah di tengah Gereja dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan BKSN 2026 di STPAK masih akan berlanjut khususnya pada bulan September ini, di mana Lomba Cerdas Cermat Rohani dijadwalkan pada 12 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan Lomba Paduan Suara pada 19 September 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus bertumbuh dalam iman, mengembangkan potensi, mempererat persaudaraan, serta mempersiapkan diri menjadi katekis dan guru agama Katolik yang profesional dan mampu menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.




